HAI MAS, APA KABARNYA?
Sebuah Pengingat tentang Perintah Allah, Sunah Nabi, Keluarga, Hawa Nafsu, dan Kematian
“Ada perintah Allah yang harus ditaati, ada sunah Nabi yang harus dijalani, ada setan yang selalu mengajak hawa nafsu, ada anak istri yang harus dinafkahi, dan sang maut yang semakin hari semakin dekat. Kabar mana yang mau Lo tanyakan?”
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hai, Mas… apa kabarnya? Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, rezeki yang halal, ketenangan hati, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Kadang kita terlalu sibuk bertanya tentang kabar dunia: bagaimana pekerjaan, bagaimana bisnis, bagaimana penghasilan, bagaimana karier, bagaimana investasi, atau bagaimana kehidupan orang lain. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri:
“Bagaimana kabar iman saya?”
“Bagaimana hubungan saya dengan Allah?”
“Apakah kewajiban saya sudah saya jalankan?”
“Apakah keluarga saya sudah mendapatkan haknya?”
“Sudahkah saya mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah dunia?”
Inilah pertanyaan yang jauh lebih penting.
1. Ada perintah Allah yang harus ditaati
Dalam kehidupan, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, tetapi sebagai seorang Muslim tentu ada batasan yang harus dihormati. Ada kewajiban yang diperintahkan Allah dan harus dilaksanakan.
Ibadah bukan hanya tentang apa yang terlihat oleh manusia. Ia juga tentang hubungan pribadi seorang hamba dengan Allah.
Kesibukan mencari nafkah jangan sampai membuat kewajiban kepada Allah dilupakan. Mengejar kesuksesan dunia jangan sampai membuat kita kehilangan tujuan akhirat.
Karena sebanyak apa pun harta yang dikumpulkan, pada akhirnya manusia tetap akan meninggalkan semuanya.
2. Ada sunah Nabi yang harus dijalani
Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana seorang Muslim menjalani kehidupan: bagaimana beribadah, bermuamalah, memperlakukan keluarga, menjaga lisan, mencari rezeki, membantu sesama, dan menghadapi persoalan kehidupan.
Mengikuti sunah bukan sekadar simbol, tetapi berusaha meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadi manusia yang baik bukan hanya ketika berada di depan orang banyak, tetapi juga ketika tidak ada seorang pun yang melihat.
3. Ada setan yang selalu mengajak hawa nafsu
Manusia memiliki keinginan. Keinginan untuk mendapatkan uang, jabatan, kesenangan, popularitas, perhatian, dan berbagai kenikmatan dunia.
Keinginan itu tidak selalu salah. Namun, ketika hawa nafsu tidak dikendalikan, seseorang bisa kehilangan arah.
Godaan bisa datang dalam berbagai bentuk: kesombongan, kemarahan, iri hati, keserakahan, perselingkuhan, kebencian, fitnah, hingga keinginan mendapatkan sesuatu dengan cara yang tidak benar.
Karena itu, kita perlu belajar mengendalikan diri.
Tidak semua yang kita inginkan harus kita miliki. Tidak semua yang bisa dilakukan berarti boleh dilakukan.
4. Ada anak dan istri yang harus dinafkahi
Bagi seorang suami dan ayah, keluarga adalah amanah.
Mencari nafkah bukan hanya persoalan mendapatkan uang, tetapi juga menjalankan tanggung jawab terhadap keluarga.
Memberikan makanan, tempat tinggal, pendidikan, perlindungan, kasih sayang, dan perhatian merupakan bagian dari tanggung jawab keluarga yang tidak boleh dianggap sepele.
Jangan sampai seseorang terlihat sukses di luar rumah, tetapi keluarganya justru kehilangan perhatian.
Karena kesuksesan sejati bukan hanya ketika orang lain mengatakan kita berhasil, tetapi ketika keluarga merasakan manfaat dari keberadaan kita.
5. Dan sang maut semakin hari semakin dekat
Ini bagian yang sering kita hindari untuk dibicarakan.
Kematian adalah sesuatu yang pasti, sementara waktunya tidak pernah kita ketahui.
Hari ini kita masih bisa bekerja.
Hari ini kita masih bisa tertawa.
Hari ini kita masih bisa bertemu keluarga.
Hari ini kita masih bisa meminta maaf.
Tetapi tidak seorang pun mengetahui apakah esok hari masih diberikan kesempatan yang sama.
Karena itu, jangan menunggu tua untuk memperbaiki diri.
Jangan menunggu sakit untuk mengingat Allah.
Jangan menunggu kehilangan seseorang untuk menyadari betapa berharganya keluarga.
Dan jangan menunggu kematian datang untuk berharap memiliki kesempatan memperbaiki semuanya.
Jadi, kabar mana yang mau kita tanyakan?
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk menanyakan:
“Apa kabar dunia?”
Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Bagaimana kabar hati kita?”
Apakah kita masih dekat dengan Allah?
Apakah kewajiban kita sudah dilaksanakan?
Apakah keluarga sudah kita jaga?
Apakah rezeki yang kita cari halal?
Apakah lisan kita sudah kita jaga?
Apakah kita sudah meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti?
Dan yang paling penting:
Apakah kita sudah mempersiapkan bekal untuk bertemu dengan Allah SWT?
Hidup ini bukan hanya tentang seberapa tinggi kita naik, seberapa banyak harta yang kita miliki, atau seberapa terkenal nama kita.
Pada akhirnya, semua manusia akan sampai pada satu titik yang sama: kematian.
Maka selama masih diberikan kesempatan hidup, mari gunakan kesempatan tersebut untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Perbaiki ibadah.
Perbaiki akhlak.
Perbaiki hubungan dengan keluarga.
Perbaiki cara mencari rezeki.
Perbanyak amal kebaikan.
Dan jangan lupa untuk selalu memohon ampun kepada Allah SWT.
PENUTUP
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat, kesehatan, rezeki yang halal, keselamatan, ketenangan, dan keberkahan kepada kita semua.
Semoga kita tidak hanya sukses dalam urusan dunia, tetapi juga mendapatkan keselamatan dan keberkahan dalam kehidupan akhirat.
Karena dunia adalah tempat kita berjalan, sedangkan akhirat adalah tempat kita kembali.
Salam dari Kantor Hukum Nurhadi dan Rekan.
Nurhadi, SE, SH, MH, CPM, CDM
Advokat | Certified Digital Marketing | Entrepreneur | Mediator | YouTuber | Business Consultant
🌐 www.expertjasa.my.id
🌐 www.nurhadijayaprima.my.id
🌐 www.jasapasporvisakitasonline.web.id
📱 0821-4314-9379
Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada kita semua. Aamiin.
#Hashtag
#Assalamualaikum #RenunganIslam #NasihatKehidupan #PengingatDiri #KehidupanDuniaAkhirat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar